Palembang (Kemenag Sumsel) —
Gerakan peduli lingkungan di MTsN 2 Palembang semakin nyata melalui program Gerakan Tumblerisasi yang lahir dari sosialisasi intensif Tim Adiwiyata madrasah. Program ini menjadi langkah konkret dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai sekaligus memperkuat komitmen madrasah sebagai lembaga pendidikan berwawasan lingkungan.
Gerakan ini bermula dari sosialisasi yang dilakukan Tim Adiwiyata kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bagaimana kebiasaan membeli minuman kemasan sekali pakai menyumbang volume sampah harian yang cukup besar di area sekolah. Edukasi tersebut membuka kesadaran warga madrasah bahwa perubahan harus dimulai dari kebiasaan sederhana.
Hasil dari sosialisasi tersebut melahirkan kesepakatan bersama untuk menerapkan kebijakan membawa tumbler pribadi setiap hari. Seluruh warga madrasah diwajibkan menggunakan botol minum isi ulang dan mengurangi pembelian minuman dalam kemasan plastik. Kantin sekolah pun turut mendukung dengan membatasi bahkan meniadakan penjualan minuman sekali pakai.
Sebagai bentuk dukungan, pihak madrasah menyediakan fasilitas pengisian ulang air minum di beberapa titik strategis. Poster ajakan hemat plastik dipasang di berbagai sudut sekolah, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Tim Adiwiyata juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan program berjalan konsisten.
Antusiasme siswa terlihat dari semakin banyaknya tumbler yang dibawa setiap hari, dengan berbagai desain menarik. Selain menjadi bagian dari gaya hidup sehat, kebiasaan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Dalam evaluasi sementara, terjadi penurunan signifikan jumlah sampah plastik di lingkungan sekolah sejak Gerakan Tumblerisasi diterapkan. Lingkungan madrasah tampak lebih bersih, tertib, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
Melalui sosialisasi yang berkelanjutan dan aksi nyata, MTsN 2 Palembang membuktikan bahwa edukasi lingkungan yang tepat dapat mendorong perubahan perilaku kolektif. Gerakan Tumblerisasi kini bukan sekadar program, melainkan budaya baru yang terus tumbuh di lingkungan madrasah.
(Tim Humas MTsN 2 Palembang)










