Palemban (Kemanag Sumsel) —
Kabut asap tebal yang melanda Kota Palembang berdampak pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi udara yang kurang baik mendorong dilakukannya penyesuaian kegiatan pembelajaran sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik. Menindaklanjuti Surat Edaran Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang Nomor 405/KK.06.05.02/PP.03/09/2026 tanggal 28 September 2026 tentang Pemberitahuan Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran pada RA/Madrasah Dampak Buruk Kabut Asap, MTsN 2 Palembang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Kamis (10/09/2026).
Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipatif madrasah dalam menyikapi kondisi kabut asap yang cukup tebal, sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berlangsung. Meskipun peserta didik tidak hadir secara langsung di ruang kelas, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai sarana dan media pembelajaran yang tersedia.
Dalam pelaksanaan PJJ, para guru MTsN 2 Palembang tetap menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam menjalankan tugas. Guru secara aktif menyampaikan materi pembelajaran, memberikan instruksi dan tugas, menjelaskan materi yang dipelajari, serta membuka ruang komunikasi dengan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Pembelajaran dari rumah tidak membuat semangat para guru untuk mendampingi peserta didik berkurang. Melalui perangkat komunikasi dan platform pembelajaran yang digunakan, guru tetap berupaya memastikan setiap siswa memperoleh materi dan bimbingan yang diperlukan. Pemantauan terhadap kehadiran, keaktifan, serta pemahaman siswa juga terus dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan secara optimal.
Bagi peserta didik, pelaksanaan PJJ menjadi pengalaman belajar yang mengharuskan mereka lebih mandiri dan mampu mengatur waktu selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Guru pun terus memberikan motivasi agar siswa tetap disiplin, mengikuti pembelajaran sesuai jadwal, menyelesaikan tugas, serta menjaga komunikasi dengan guru apabila mengalami kendala dalam memahami materi.
Kepala MTsN 2 Palembang M. A. Fajar, mengapresiasi komitmen para guru yang tetap menjalankan proses pembelajaran di tengah kondisi yang kurang mendukung. Menurutnya, penyesuaian pembelajaran merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan peserta didik tanpa mengesampingkan keberlangsungan proses pendidikan.
“Penyesuaian pembelajaran ini merupakan langkah yang kita lakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa di tengah kondisi kabut asap. Namun demikian, proses pembelajaran harus tetap berjalan. Karena itu, kami mengharapkan para guru tetap memberikan pendampingan dan memastikan siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik,” ujarnya.
Pelaksanaan PJJ juga menjadi bentuk nyata bahwa keterbatasan kondisi dan jarak bukan alasan untuk menghentikan proses pendidikan. Di tengah kualitas udara yang kurang bersahabat, guru MTsN 2 Palembang terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang efektif dan komunikatif sehingga peserta didik tetap mendapatkan haknya untuk belajar.
Dengan semangat dan kolaborasi antara madrasah, guru, peserta didik, serta orang tua, pelaksanaan PJJ diharapkan dapat berjalan dengan lancar hingga kondisi memungkinkan pembelajaran kembali dilaksanakan secara tatap muka. Para guru pun terus menunjukkan bahwa dedikasi dalam mendidik tidak mengenal batas ruang dan keadaan.
Kabut asap mungkin membuat ruang kelas untuk sementara waktu menjadi sunyi, tetapi semangat mengajar dan belajar di MTsN 2 Palembang tetap menyala. Melalui PJJ, guru tetap hadir, mendampingi, membimbing, dan memastikan setiap peserta didik tetap memperoleh pengalaman belajar di tengah kondisi yang penuh tantangan.
(Humas MTsN 2 Palembang)









